Resensi novel “Langit Taman Hati”

IMG-20180827-WA0019

Judul buku : Langit  Taman Hati

Penulis : Cucuk Hariyanto

Sumber gambar cover : tidarandy.wordpress.com

Penerbit : DIVA Press ( anggota IKAPI )

Kota terbit : Yogyakarta

Tahun terbit : 2011

Jumlah halaman : 296 halaman

Ukuran buku : 14 x 20 cm

Tebal buku : 1,7 cm

Sinopsis :

Novel yang berjudul ‘’Langit Taman Hati” ini menceritakan seorang pria yang tampan, sholeh, religius, dan jenius. Yang membuatnya menjadi kejaran para wanita dikampusnya, dan banyak wanita yang berharap untuk bisa berta’arufan dengannya. Pria ini bernama Reza Ayatullah Al-Fatah, seorang yang merupakan salah satu mahasiswa terbaik di ITS dan ia juga seorang yang aktif dibanyak organisasi dakwah.

Sampai pada waktu dia ditemukan dan berkenalan dengan seorang perempuan yang tak lain dulunya adalah adik angkatannya dikampus yang juga pernah berharap bisa berta’arufan dengannya. Perempuan itu bernama Aida Ainun Nisa seorang gadis yang shalihah namun karena kecelakaan yang merenggut kedua orangtuanya meninggal dan menjadikan kedua mata nya tidak bisa lagi melihat keindahan dunia.

Reza jatuh cinta pada Aida, namun sahabat Aida pun diam-diam mengagumi Reza, calon suami sahabatnya sendiri sampai dia menitipkan surat yang berisi tentang perasaannya pada Reza melalui Aida. Reza dan Aida pun akhirnya menikah. Dan pada saat itu Reza menyarankan Aida untuk mengoperasi kedua matanya dengan harapan Aida bisa melihat lagi dan bisa melihat anaknya kelak. Aida pun menyetujui saran dari Reza. Pada saat operasi itu Aida sedang hamil, dan setelah operasi selesai pada saat itu pula Aida divonis menderita penyakit leukemia ( kanker darah ) dan dokter menyatakan bahwa umur Aida tidak akan lama lagi.

Kelebihan :

Novel ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan bekerja keras untuk mencapai ridho-Nya  serta senantiasa melibatkan Allah dalam segala hal. Bacaan ini sangat menarik dan inspiratif. Bahasanya mudah dipahami.

Kekurangan :

Buku ini tidak terdapat daftar isi nya sehingga pembaca agak kesulitan ketika ingin mengetahui daftar isi buku ini.

Kesimpulan :

Novel ini sangat cocok untuk para remaja yang sedang dilanda asmara sebagai inspirasi untuk lebih memaknai hal ini dengan cara yang baik dan sesuai dengan ajaran agama. Kisah kisah cerita yang menyadarkan kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya, serta mengajak kita untuk saling mengingatkan pada jalan hak dan menghindari jalan yang bathil.

sumber buku : UPT PERPUSTAKAAN UNY

http://library.uny.ac.id http://uny.ac.id

Iklan

Rugilah Jerih Payah Anda

doc.kiki sakinah

Jerih payah adalah segala bentuk usaha untuk mencapai apa yang ditargetkan. Jerih payah itu sendiri lahir karena adanya tekad yang sungguh sungguh di dalam setiap kalbu seseorang. Terlebih sebagai anak SMA yang baru saja lulus mereka punya banyak target yang ingin mereka capai. Kuliah di perguruan tinggi negeri pun menjadi salah satu target mereka demi kelanjutan pendidikan yang bermutu.

Dimulai dari mencari informasi tentang perguruan tinggi negeri yang diminati, kapan pendaptaran penerimaan mahasiswa baru itu dimulai, seleksi-seleksi yang bisa dilalui untuk bisa masuk ke perguruan tinggi itu, sampai pada pengumuman hasil seleksi itu diumumkan. Tidak sedikit deretan deretan hal yang harus dilalui, dan tidak sedikit pula hal hal yang harus diperjuangkan dimulai dari waktu, tenaga, bahkan pengeluaran uang untuk menunjang hal hal yang bersangkutan. Dan begitu sangat nikmat ketika semua perjuangan itu dibayar dengan hasil yang sesuai dengan keinginan. Sungguh, nikmat Tuhan yang mana lagi kau dustakan.

Dengan keberhasilan dapat diterima di perguruan tinggi bukanlah akhir daripada perjuangan selama itu. Setelah menyelesaikan target yang satu tentunya harus dapat meneyelesaikan target yang selanjutnya. Namun setelah itu tidak sedikit, bahkan banyak yang mulai lalai dengan waktunya dengan tugas tugasnya sebagai mahasiswa. Dan tanpa mereka sadari mereka telah merugikan diri mereka sendiri. Mereka mulai lupa dengan usaha usaha mereka untuk bisa menjadi bagian daripada mahasiswa di perguruan tinggi tersebut yang mereka perjuangkan dahulu.

Kuliah bukan tentang anda berada atau menjadi bagian mahasiswa dari perguruan tinggi yang ternama. Belajarlah. Raihlah ilmu dan cita cita yang akan menghantarkan pada gerbang kesuksesan itu. Belajarlah dengan sungguh sungguh. Ingatlah betapa berharganya sebuah waktu dan perjuangan sampai pada detik ini juga. Jika saja tidak sungguh sungguh, sama saja dengan menyianyiakan usaha perjuangan sebelumnya. Bukannya hampir seluruh waktu itu dulu dihabiskan untuk memperjuangkan bagaimana agar bisa meneruskan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi dan menjadi bagian dari mahasiswa di perguruan tinggi negeri yang ternama. Ingatlah pula bagaimana orang tua anda mencari rezeki untuk membiayai kehidupan keluarga begitu pun untuk membiayai kebutuhan kebutuhan anda kuliah, tidak sedikit rupiah yang keluar dari orang tua anda. Mereka rela banting tulang, mandi keringat, mereka rela tidak makan tidak istirahat hanya untuk anak anaknya. Untuk kelangsungan kehidupan anak anak nya, demi anak anak nya bahagia. Juga perlu dipikirkan tentang masa depan anda, jika anda masih saja tidak bersungguh-sungguh untuk kuliah. Mau jadi apa nantinya?

 

Resensi buku Seni- Apa itu?

diambil oleh kikisakinah.2018

Penulis : Michael Hauskeller

Penerbit : PT KANISIUS

Jumlah Halaman : 112

Tahun Terbit : 2015

Buku ini menceritakan tentang beberapa pandangan filosof paling penting yang pernah memikirkan hal seni dan keindahan, mulai dari pandangan menurut Platon sampai Artur C. Danto. Penilaian tentang keindahan itu sendiri yaitu sesuatu ukuran, proporsi dan harmoni, yang memang patut dihargai. Yang terindah adalah idea keindahan itu sendiri yang timbul bersama idea kebaikan. Dalam arti, seni harus kalau sudah tak mampu menggambarkan kebenaran idea, paling tidak mengambil alih tugas dalam pendidikan dan pembentukan rohani. Seni mampu mengajari manusia untuk mengendalikan nafsunya, untuk menjalani hidup penuh dengan kebajikan serta mencari kebenaran (Platon). Dan pada Abad pertengahan keindahan itu dibandingkan dengan membandingankan anugerah Allah dengan sinar matahari. Matahari yang selalu memancarkan sinar cahaya nya setiap hari untuk kelangsungan kehidupan di dunia ini, Begitu Allah pun yang memancarkan sinar-Nya ke dunia, memberi bentuk serta kehidupan pada benda benda dan dengan demikian mengizinkan segalanya untuk berpadu dalam kebaikan (Pseudo Dionysios Aeropagita). Keindahan Illahi adalah cahaya yang menerangi dunia, dan oleh karena itu menjadi sumber serta asal muasal semua yang indah. Serta karya seni memiliki sifat yang tidak dimiliki benda material biasa, namun sifat itu tidak kelihatan. Dan agar sesuatu itu dapat dilihat sebagai seni, diperlukan hal suasana teori senu, pengetahuan sejarah seni, seni itu sendiri sesuatu yang eksistensinya tergantung pada teori. Dan agar dapat mengerti suatu karya orang harus mengerti metafora yang melandasinya, jadi bukan hanya maknanya saja melainkan juga alasan alasn mengapa justru diwujudkan dengan cara ini dan bukan dengan cara yang lain (Arthur C. Danto). Penilain tentang keindahan (estetika) itu sendiri tergantung pada selera orang, jika ada sebuah objek tidak semua orang menyukai objek yang mereka lihat itu. Keindahan seni itu sangatlah luas, tidak hanya tentang objek yang nyata ataupun tidak nyata, bukan pula hanya rasa dan kata.

Buku ini saya ambil dari perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta menggunakan kertas yang agak tebal dan kertas ini tidak mudah robek, dengan ukuran buku 5,5 X 0,2 X 8,0 inci. Cover buku ini berwarna hitam dan warna merah serta terdapat nama penulis buku ni “Michael Hauskeller” dengan judul Seni- Apa itu? dimana kata seni didalam cover tersebut berwarna putih dengan latar belakang warna hitam yang memberi kesan misterius, dan kata apa itu? berwarna hitam dengan latarbelakang warna merah yang memberikan kesan ketegasan dan gairah, sehingga kesan daripada perpaduan warna cover itu misterius namun menggugah semangat dan gairah bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih luas tentang estetika seni. Setiap halaman dalam buku ini menceritakan pandangan berbagai sudut pandang yang membuat pemikiran pembaca menjadi sangat luas dalam mengetahui kaidah keindahan.

Kekurangan buku ini adalah tidak adanya gambar sebagai pelengkap ataupun ilustrasi tentang seni dan keindahan, sehingga kemungkinan pembaca akan sedikit jenuh untuk mengetahui isi bacaan ini.